01
Pilih Titik Awal
Mulai dari template yang paling mendekati ide usaha Anda, atau gunakan skenario kosong jika angkanya ingin disusun dari nol.
Panduan Penggunaan
Gunakan panduan ini sebagai alur cepat untuk mengisi simulasi modal usaha, membaca hasil, dan mengecek asumsi sebelum mengambil keputusan.
Isi dari bagian paling besar dulu. Detail kecil bisa dirapikan setelah hasil awal terlihat.
01
Mulai dari template yang paling mendekati ide usaha Anda, atau gunakan skenario kosong jika angkanya ingin disusun dari nol.
02
Isi aset sekali beli, stok awal, sewa di muka, dan buffer cash agar kebutuhan dana sebelum buka tidak terlalu rendah.
03
Masukkan harga jual, target transaksi, hari operasional, HPP, dan fee transaksi sesuai asumsi yang realistis.
04
Periksa modal total, laba bersih, balik modal, runway kas, lalu bandingkan skenario optimis dan konservatif.
Pisahkan biaya awal, biaya rutin, dan biaya yang mengikuti penjualan. Pemisahan ini membuat hasil balik modal lebih jujur.
Masukkan aset yang dibeli sekali di awal: mesin, alat produksi, furniture, renovasi, signage, perizinan, dan perangkat kerja. Jangan campur dengan biaya bulanan.
Isi stok yang harus tersedia sebelum hari pertama jualan. Untuk bisnis jasa, bagian ini bisa kecil atau nol jika tidak ada stok fisik.
Masukkan biaya rutin per bulan seperti gaji, listrik, air, internet, software, kebersihan, maintenance, dan biaya sewa bulanan jika tidak dibayar tahunan.
Gunakan angka yang bisa Anda jelaskan: harga jual rata-rata, jumlah transaksi harian, hari buka, HPP, dan potongan pembayaran online.
Jika sewa dibayar tahunan, masukkan sebagai modal awal. Jika ada pajak atau biaya legal lain, tambahkan sebagai biaya yang sesuai dengan cara bayarnya.
Siapkan cadangan kas untuk menutup biaya bulanan saat bisnis belum stabil. Angka yang terlalu kecil membuat simulasi terlihat bagus tapi rapuh.
Hasil Estima adalah alat bantu evaluasi. Gunakan untuk membandingkan asumsi, bukan sebagai kepastian profit.
Jumlah dana yang perlu disiapkan sebelum bisnis berjalan, termasuk aset, stok awal, sewa di muka, biaya tak terduga, dan cadangan kas.
Estimasi sisa pendapatan setelah HPP, biaya operasional, fee transaksi, dan asumsi lain dikurangi. Angka ini bukan jaminan hasil riil.
Perkiraan waktu sampai akumulasi laba bersih menutup modal awal. Jika terlalu lama, cek lagi target penjualan, sewa, gaji, dan HPP.
Perkiraan berapa lama cadangan kas mampu menahan kondisi buruk. Runway pendek berarti bisnis butuh buffer lebih aman.
Jika banyak poin belum terpenuhi, hasil simulasi mungkin terlalu optimis.
Simulasi yang baik bukan angka yang paling indah, tetapi angka yang membantu Anda melihat risiko lebih awal. Uji beberapa skenario, simpan versi yang penting, lalu bandingkan sebelum membuat keputusan.